Konsultasi › Akademik
Dosen Sering Tak Datang
Akademik | Selasa, 22/06/2010 | Pengasuh : Dra. Dadiarni*
Pertanyaan :
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
Ibu Ani,
Saya terkadang heran dan bingung. Sebagai peserta didik, hendaknya yang membimbing memberikan teladan yang baik. Realitanya, ada beberapa dosen saya khususnya di Jurusan saya, sering tidak datang. Bahkan ada dosen yang hanya 5 (lima) kali tatap muka dalam satu semester. Tentunya ini sangat membuat mahasiswa kelimpungan. Belum lagi beliau tidak memberikan silabus di awal kuliah. Nah, lebih parah lagi Buk, tatap muka yang hanya sedikit itu tidak diberikan jam tambahan atau jadwal pengganti untuk mecukupi standar tatap muka 16 kali pertemuan. Ya, minimal 12 kali. Kami semakin kesal dan merasa rugi karena masih banyak mata kuliah yang belum dipelajari. Kami tertinggal jauh dari rekan-rekan jurusan lain untuk kuliah itu.
Bagaimana sikap kami sebaiknya Buk?
Terima kasih solusinya Buk. (Rahma-Fak. Adab- 08136756XXXX)
Jawaban :
Jawaban Konsultan
Wa’alaikum Salam, Wr. Wb.
Ananda Rahma,
Persoalan disiplin dosen memang hal penting yang harus diperhatikan dalam sebuah proses pendidikan. Jika ada dosen yang tidak disiplin sudah seharusnya diberi peringatan demi perbaikan ke depannya. Mengenai dosen yang tidak mencukupi tatap muka sesuai aturan yang ditetapkan tentu sangat berakibat tidak baik dalam mencapai target
Awal kuliah, ada semacam kontrak perkuliahan antara mahasiswa dengan dosen. Kontrak ini mengenai pengenalan kuliah, waktu dan komitmen dosen dengan mahasiswa ataupun sebaliknya. Itu aturan yang dijalani
Jika di beberapa Fakultas ada dosen yang tidak disiplin, Ketua Jurusan harus bertindak. Tak hanya Ketua Jurusan, mahasiswa juga harus aktif menanggapi hal ini. Jika ada oknum dosen yang demikian (jarang datang ke kampus) sampaikan kepada Ketua Jurusan dan Penasehat
Apabila ini tetap dibiarkan sangat berpengaruh kepada kualitas mahasiswa dan kampus kita. Makanya, kontrak kuliah diawal kuliah harus diperjelas dan dipertegas. Penegasan ini sesuai dengan komitmen diawal kuliah. Ini dengan harapan tercapainya misi pencerdasan bangsa dengan terarah dan sesuai standar pendidikan nasional.


