Opini › Opini


Akademik vs Organisasi

Rabu, 21/08/2013 20:10 WIB | Oleh : Ridho Permana

Disatu sisi, bagi mahasiswa yang patuh dan turut akan perintah serta pesan orang tua maka mereka akan memilih menyelesaikan studi cepat dan mejadi mahasiswa cari aman. Tuntutan tersebut juga menjadi beban tersendiri dikalangan mahasiswa. Hal yang terfikir adalah jika tidak mengikuti kata orang tua takut akan mengecewakan, namun jika tidak mengikuti organisasi takut tidak akan mendapatkan ilmu lebih selain ilmu yang diperoleh dibangku kuliah, tamat hanya dengan IPK tinggi, nilai bagus tanpa mempunyai skill.

 

Memilih berorganisasi berarti siap mengambil resiko terhadap apa yang dipilih, siap bekerja lebih dari mahasiswa yang biasa. Dalam artian jika mahasiswa ingin mempunyai skill yang lebih di luar pengetahuan akademik maka mereka akan  memberikan waktu lebih terhadap unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang menurutnya bisa mewadahi bakat dan minat masing-masing. Dengan hal tersebut mahasiswa menemukan hal-hal baru diluar kuliah.

 

Dalam kehidupan berorganisasi ada juga mitos yang mengatakan bahwa orang yang berkecimpung disebuah organisasi akan memperlambat dalam menyelesaikan studi.  Berorganisasi bukan hanya sekedar memperlihatkan diri bisa menjadi orang yang mampu berkecimpung di lembaga tersebut, gagah-gagahan memakai kostum lembaga, namun juga sadar akan fungsi diri sebagai aktivis.  Mengadu nasib dengan menjadi seorang aktivis juga mampu mengambil peran sebagai mahasiswa yang bisa mengemban tugas sebagai pemikir-pemikir kampus memberikan kontribusi (perubahan) terhadap kampus yang dihuni.

 

Mitos yang selalu bersemayam dalam fikiran mahasiswa dan masyarakat kampus tersebut sebenaranya sudah bisa dipatahkan, kenyataannya saat ini realita dikalangan mahasiswa banyak diantara mereka mampu menyelesaikan perkuliahannya tepat waktu. Sesibuk dan sepadat apapun kegiatan yang diikuti kalau mampu membagi waktu sebenarnya itu sudah luar biasa. Sebenarnya hal yang dicari dalam organisasi hal-hal yang tidak pernah didapatkan dalam perkuliahan. Memang tidak ada salahnya untuk tidak memilih masuk organisasi dan menentukan fokus terhadap kuliah. Namun kelebihan disisi lain orang yang berkecimpung diorganisasi itu mendapatkan pengalaman, jaringan baru, pengetahuan.

 

Memilih berkecimpung diorganisasi bukan berarti menomor duakan akademik. Tapi diorganisasi bakat-bakat yang selama ini ada akan tercurahkan. Pandai membagi waktu dan berpandai-pandai sebenarnya kunci dari segala aktivitas dalam kuliah, sebagai salah satu contoh jika kita mampu berkomunikasi dengan baik dengan dengan seluruh elemen kampus, baik itu dosen, mahasiswa, pegawai itu menjadi modal untuk mempermudah akses urusan dikalangan kampus.

 

Kata-kata berpandai-pandai sebenarnya mesti diimani lagi oleh mahasiswa saat ini, antara kuliah dan organisasi idealnya hendak sejalan. Jika ingin masuk kesuatu lembaga maka masuklah secara kaffah (keseluruhan) agar bisa menuai hasil yang lebih baik, sehingga ketika berada dilembaga yang diyakini tersebut memang menjadi mahasiswa yang siap pakai.

 

Memilih sesuatu berarti siap berjuang untuk pilihan tersebut. jika memang ingin melihat perubahan terutama untuk diri maka bulatkanlah hati dalam menentukan pilihan. Semoga ruh mahasiswa kembali ke tubuhnya, mampu menghidupkan dan mengangkat nama perguruan tinggi yang disandang, bisa mengukir prestasi sekaligus mengabdikan diri sebagai kaum intelektual yang mengemban tri dharma perguruan tinggi.

Salam Mahasiswa…



Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan opini ini!

Nama : (*required)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*required)

Komentar : (*required)

Security Code:  



• Opini Terkait